Image Slider

Dear, Pecinta (Tiket) Gratisan ...

on
Tuesday, August 13, 2013
fotonya punya @mandacn. lol
Paling males yah kalau udah deket-deket konser gede gini, pasti banyak banget yang tetiba nempel. Nempel untuk apa pemirsaaa? Untuk minta tiket konser gratisan.

Atuhlah ya, kenal juga ga, pernah ketemu juga ga, ujug-ujug mention di Twitter. "Bagi tiket konser xxx dong kak!" Efektif gitu ya nanya gitu ke orang ga dikenal? Atau bahkan nanya gitu ke orang yang dikenal? Ada gitu orang yang mau ngasih? Adik-adik saya aja kalau mau nonton konser pada nabung sendiri. Kalau uangnya kurang baru minta tambah ke ayah atau ke saya. Tapi kalau orang nggak dikenal kan jadinya too good to be true yah? IYAH.

Soalnya gini ya, meskipun saya (dulu) wartawan yang nonton semua konser KPop sepanjang tahun, percayalah, percayalah saya NGGAK PERNAH punya tiket gratisan. Soalnya dari promotornya juga nggak bagi-bagi tiket ke saya. Saya harus bagi apa ke kalian?

Iya kantor saya dapet tiket. Tapi itu pun nggak semudah promotornya ngasih tiket gitu aja. Ada prosedur namanya "media partner". Adek-adek yang buta banget soal media, media partner ini artinya kerja sama antara media dengan promotor. Media menjadi partner promotor. Media memberitakan, sebagai balasannya promotor memberi tiket komplimen.

Nah masalahnya, meskipun saya yang nulis berita, tiket komplimen itu jatuhnya bukan ke tangan saya. Karena proses media partner itu antara public relation (PR) promotor dengan bagian promosi (bukan bagian REDAKSI) kantor saya. Mereka nego-nego, saya di redaksi yang ngerjain berita dan liputan.

Udah gitu, tiket komplimen dari promotor juga nggak bisa dibagi-bagi karena memang seharusnya untuk dibuat kuis untuk pembaca. Pasti, tiket komplimen pasti dibikin kuis karena memang prosedurnya begitu, karena memang tugas bagian promosi ya kaya begitu.

Nah seterusnya saya liputan juga nggak pake tiket, tapi pake ID pers. ID pers ini JUGA NGGAK BISA dibagi-bagi karena dapetnya memang maksimal dua, satu reporter dan satu fotografer yang biasanya cuma bisa nonton sampai lagu ketiga. Nggak jarang malah cuma dapet satu kalau promotornya rempong dan agency artisnya pelit. Kecuali kalau konser sangat besar kaya SM Town atau Music Bank kemarin, yang liputan dua orang. Salah satu pakai tiket komplimen. Udah gitu aja. Masih mau minta tiket sama saya?

Tapi ya, karena saya udah sering banget dimintain tiket gitu, saya udah punya pertanyaan menjebak. Sejauh ini semuanya terjebak sih. Contoh soal:

Orang ga dikenal: "Kak, bagi tiket konser SNSD dong!"
Saya: "Emang ngefans banget?"
Orang ga dikenal (biasanya sudah terjebak dan bilang ngefans banget biar dikasih tiket sama saya *ngarep*): "Iya aku ngefans banget dari mereka debut. Aduuhh, pengen banget nonton kak jadinya!"
Saya: "Kalau ngefans banget BELI TIKET dong. Masa ngakunya fans tapi nggak mau beli tiket?"

HAHAHAHHAHAHAHA.

Nah tapi ya, ada juga sepersekian persen yang nggak terjebak. Tapi tenang, saya udah punya jawaban lain.

Orang ga dikenal: "Kak, bagi tiket konser SNSD dong!"
Saya: "Emang ngefans banget?"
Orang ga dikenal: "Nggak terlalu sih kak, penasaran aja"
Saya: "Ya udah ih sayang amat tiketnya, mending dikasih ke yang ngefans" (padahal nggak punya juga tiketnya)

HUAHAUHAUAHUAHUAHUAHA. Abisan sebel yah.

Gini deh, kalau fans beneran, pasti udah tahu ko jadwal idolnya tur. Ya perkirakan aja mereka mulai tur di Korea, beberapa bulan lagi pasti nyampe ke Indonesia ko. Nabung beberapa bulan masa nggak sanggup sampai tiket termurah aja? Nabung 5ribu sehari selama 4 bulan juga nyampe kali ah. Apalagi SNSD ya khususnya, harusnya udah nabung dong dari GG Tour tahun lalu. Tapi kan tahun lalu nggak ke sini, harusnya nabungnya jadi tambah banyak kan.

Jadi niatnya aja mungkin yang kurang. Kalau kurang niat, nggak usah jadi fans KPop idol.

Kalau emang nggak ada duit banget-bangetan, harus punya niat lain yaitu niat ikut kuis. Niat di sini bukannya ikutan sana-sini terus sekadar ikutan doang ya. Pernah kejadian itu, kuis konser apa gitu, caranya adalah komentar di berita. Pemenang dipilih secara random, tapi setelah kuis ditutup, bagian komentar (iya di kantor ada tim khusus moderasi komentar) laporan sama saya kalau ada orang yang komentar sebanyak DUA RIBU kali aja.

Dua ribu berapa gitu lupa tapi yang jelas dia aktif terus komentar seharian berhari-hari sampai kuis ditutup. Menang deh. Niat juga diperhitungkan dong ya.

Jadi ya itu, seberapa niat kamu nonton konser? Kalau niatnya kuat, nabung atau ikutan kuis pasti jalan ko. Kalau masih nggak bisa juga, pensiun aja yah. Jadi fansnya boyband/girlband Indonesia aja biar nonton idolnya bisa gratisan atau minimal 100ribuan. Sip?

Tentang Woollim vs SM Entertainment

on
Saturday, August 10, 2013
Warning: Inspirits, fansnya Nell, dan fansnya Tasty baca dengan kepala jernih ya. Gw bukan SM stan atau Inspirit atau fans Nell dan Tasty, jadi ini bener-bener pandangan dari "orang luar" yang menanggapi berita Woollim vs SM. :)


Pernyataan 1: "Eh Jang Dong Gun sekarang under SM loh!"
Reaksi: "Aaaakkkk, keren banget!"

Pernyataan 2: "Eh Infinite sekarang under SM loh!"
Reaksi: "WTF SM serakah banget sih liat aja kalau nanti Infinite jadi berubah atau mereka disuruh operasi plastik. Ih apaan sih males banget absjdfjfuiodlfjoimgjdsgstsnosopdndh ... *ngomel* "

LOL. Same statement different reactions. Kenapa coba?

Padahal dua-duanya kasus yang sama. Meskipun ada di list SM Entertainment actors, Jang Dong Gun juga bukan under SM Entertainment, dia teken kontrak sama SM C&C juga kok. Agensi Infinite, Woollim juga teken kontrak sama SM C&C. Apa sih SM C&C?

SM C&C itu kependekan dari SM Culture & Contents. Anak perusahaan SM Entertainment yang fokus sama broadcast. SM C&C ini sebelumnya udah sukses narik Shin Dong Yup dan Kang Hodong. Mereka juga mengakuisisi AM Entertainment dan ngajak gabung nama-nama besar kaya Jang Dong Gun, Han Ji Min, dan Kim Ha Neul. Masih belum cukup juga, mereka akuisisi Hoon Media, rumah produksi di balik sukses '1 vs 100', 'Qualification of Men', dan 'Music Bank'! *nyontek dari wikipedia* lol

Nah, sekarang SM C&C mengakuisisi (iya iya, merger lol) Woollim Entertainment dan ganti namanya jadi Woollim Label, label independen yang beda dari SM Entertainment. Yang meresahkan, ini kali pertama SM C&C mengakuisisi agensi dengan idols. Sebelumnya kan aktor/MC/prod.house. Pembagian tugasnya katanya seperti ini:

"SM Entertainment will run Woollim Label's global music distribution and additional business while SM C&C will take charge of the label function"

Reaksi fans denger kalimat itu terbagi dua:
1. Fans negatif: "WTF SM! I hate you!" *nge-bash SM*
2. Fans positif: "Kenapa sih kalian ribet, ga bakal ada yang berubah ko dari Infinite. Mereka tetep under Woollim, SM cuma bantu distribusi internasional aja."

Yang mana yang bener? Ya kita ga tau juga sih sebenernya sampai nanti waktu yang akan menjawab. Tapi kalau menilik dari statement soal pembagian tugas SM, sepertinya yang pertama akan lebih mendekati kebenaran. :O

"SM Entertainment will run Woollim Label's global music distribution and additional business" ---> distribusi dan bisnis lain berskala internasional dipegang SM.

"SM C&C will take charge of the label function" ---> fungsi label akan dipegang oleh SM C&C.

YA TERUS WOOLLIM NGAPAIN ATUH?

Lagian itu kalimatnya menyesatkan. Ngerti ga pembagian tugas antara manajemen artis dan label? Manajemen artis ngatur waktu manggung/latian/liburan artis, label urus distribusi musik, dll. Di statement itu distribusi musik dan label dipisah. SM Ent ngurus distribusi musik, SM C&C ngurus label. Lah dua-duanya kerjaannya sama. My assumption is, SM want to do all.

Tapi mungkin mereka tau haters mereka banyak banget jadi ya kata-kata di statement-nya diperhalus dengan bilang "merger" dan "ada pembagian tugas". Plus dengan menyebut nama baru Woollim Label dan bukannya ditarik langsung under SM C&C kaya Jang Dong Gun.

Kejawab kan kenapa member Infinite emosional banget waktu ngasih statement soal merger ini? Karena untuk mereka pasti ada yang berubah. Meskipun fans mungkin tidak ikut merasakan secara langsung. Semacam pindah ke rumah yang lebih besar kemudian khawatir karena rumah itu terlalu luas, terlalu banyak ruang kosong yang perlu diisi, sementara mereka sendiri belum tahu akan diisi dengan apa, karena rumah itu bukan milik mereka sendiri. Things like that.

Soal kekhawatiran operasi plastik, Infinite jadi kejar setoran atau malah pemasukan mereka berkurang, ayo Inspirit berdoa aja jangan sampai kejadian. Karena dalam setiap akuisisi, yang membeli yang lebih punya power. Yang punya uang yang punya hak untuk minta lebih. Apalagi belum apa-apa udah nyebar itu poster tentang beli album EXO untuk fansign Infinite. Hahaha.

Setiap keputusan merger gini memang pasti ada keuntungan dan kerugiannya. Keuntungan, buat Infinite khususnya, mereka akan sangat terbantu dengan uang dan koneksi SM di dunia internasional. Pasti jadi lebih maju. Kerugiannya, yaaa gimana deh kerugian jadi artis SM, pasti udah pada tau semua kan. :p

Ini bukannya asal ngomong ya, gw pernah ada di posisi yang sama ketika kantor diakuisisi. Semua karyawan gelisah. Pengakuisisi dan CEO meyakinkan bahwa tidak akan ada yang berubah sedikitpun. Seperti Infinite, kami pun percaya sama uri CEO. Semua keputusan katanya akan tetap di tangan CEO. Emang sih ga ada yang berubah ... di tiga bulan pertama. MUAHAHAHAHAHAHAHA. Bulan-bulan berikutnya ya apapun yang diminta bos besar harus dituruti, bahkan yang paling ga masuk akal pun, gimana lagi wong dia yang gaji? Kalau udah gitu, CEO bisa apa? XD

Pertanyaan terakhir:
"Jadi Infinite bakal ikut konser SM Town ga sih, kak?"

Most likely sih ga. Karena SM Town itu untuk artis under SM Entertainment, Infinite under SM C&C. Udah beda perusahaan.

Gitu aja sih. Ga tau lagi mau nulis apa. Hahaha.

Bye!

Kamga dan Konsep Idola

on
Monday, August 5, 2013
"Gue terlalu takut untuk turun panggung. Karena dengan begitu kita jadi sejajar. Gue pengen tetep lebih tinggi dari kalian. Karena jarak tinggi panggung ini yang bikin gue tampak keren. Seperti idola," -- Mohammed Kamga. Di sela-sela manggung "Utuh" album launching, Hotel Sultan, 12 Desember 2012.

Ya kurang lebih gitu kalimatnya. Ga persis sama sih tapi intinya itu. Intinya idola "mengagumkan" karena mereka tidak menjejak tanah yang sama dengan kita. Panggung membuat kita menengadahkan kepala dan voila! yang di atas panggung tampak luar biasa, idola. Sebenernya jauh sebelum Kamga bilang itu, konsep saya tentang idola memang seperti itu.

12/12/12. Itu kali pertama saya bertatap muka dengan Kamga dan personel Tangga lainnya. Sedikit rewel pada reporter musik agar diajak ke undangan launching album "Utuh". I'm a fan of them. Ga berani bilang big fan karena cukup tahu diri, ga pernah berbuat apa-apa, sekadar penikmat musik mereka yang menurut saya keren banget.

Saya akhirnya ditinggal karena si reporter musik mau pulang. Pacar saya yang nyusul (karena suka juga sama Tangga) akhirnya rekam semua lagu mereka jadi fancam. Setelahnya saya foto bareng Kamga diiringi pesan "maksa" untuk main-main ke kantor saya dan wawancara. Kamga oke, manajernya bilang memang ada jadwal media visit. Luar biasa excited. Pacar saya antri minta tanda tangan untuk albumnya. Saya senyum-senyum kegirangan.

Dua hari kemudian Tangga benar-benar muncul di kantor saya. Kamga udah lupa juga sama saya. "Waktu itu terlalu excited jadi ga inget apa-apa katanya." Padahal kalau jujur lupa pun saya ga akan kenapa-kenapa. Hahahaha.

Saya ikut wawancara dan ngobrol berjam-jam. Amaze liat Nerra yang awet muda dan kurus sekali. Chevrina yang kharismanya yang hampir ngalah-ngalahin CL '2NE1' dan Tata yang banyak bengong.

Sempet perang mulut sama Kamga yang android fanboy dan saya yang apple freak. Perang mulut demi menentukan hp apa yang cocok untuk ... Tata. LOL. Entah Tata akhirnya beli hp apa. Sempet dicekokin untuk beli Lumia juga. Setelah interview dan ngobrol panjang lebar, saya foto bareng Kamga lagi. Senang sekali. Kamga is a smart guy. I told you I tend to love smart guy. Kamga punya terlalu banyak hal di pikirannya sampai kadang bingung mau bicarain yang mana dulu. Gampang terdistraksi tapi sekalinya ngomong satu topik, bisa panjang lebar sekali. Ga selesai-selesai. :)

Selesai. Sampai sekarang saya masih selalu denger lagu Tangga. Masih selalu ngikutin kegiatan mereka atau sekadar bales Tweet (yang tak pernah berbalas, kecuali Chevrina yang selalu balas lewat dm :')) ). Masih setia baca Tumblr-nya Kamga yang selalu bikin saya senyum-senyum sendiri. Akhirnya Kamga nge-Tweet soal buka bareng followers. Di Sency. Saya malam itu juga ada buka bareng di Sency. Apa yang saya lakukan?

Saya cari-cari Kamga di seluruh food court. Nggak ada. Duduk di Starbucks tapi mata tetep berkeliling. Nggak ada. Karena udah waiting list Sushi Tei, akhirnya turun. Di eskalator saya lihat Kamga. Baru datang, pake kaos merah belel hampir pink. Bawa tas. Selewat, saya senang luar biasa. Nyapa? Nggak.

Saya akhirnya nunggu di depan Sushi Tei, tepat bawah eskalator kan. Dasar jodoh. Kamga nongol lagi. Kali ini berdua sama seorang cowok berbaju putih. Kamga seperti biasa selalu bermuka ramah dan ga pernah lepas senyum. Saya freeze. Dijorok-jorokin temen-temen saya suruh foto bareng. Jadi foto bareng lagi? Nggak.

Kenapa? Karena itu esensi dari mengidolakan seseorang. Saya udah cukup pengalaman dengan KPop idols yang kadang bikin ilfeel ketika kita wawancara. Ternyata mereka ga sesuai harapan. Yang biasanya lucu ternyata jutek setengah mati. Yang terlihat cantik mulus ternyata attitudenya sama sekali ga bagus.

Karena itu saya menjaga jarak. Dua kali foto dan satu kali wawancara panjang lebar cukup toh? Terlalu dekat akan mengacaukan konsep idola itu sendiri. Selain takut bosan, kita akan sadar bahwa kita dengannya menjejak tanah yang sama. Bahwa idola kita adalah manusia yang juga dengan cela. Untuk apa mendekat ketika melihatnya dari jauh pun sudah bikin senang luar biasa?

Saya begini bukan hanya untuk Kamga. Pada Kamga saya masih memberi kesempatan untuk bertemu karena saya merasa sangat terikat dan dekat dengan karya-karyanya. Dengan tulisannya, dengan Tweetnya. Saya tahu saya tak akan kecewa.

Contoh lain yang sangat saya jauhi adalah Korea. Entah mengapa saya yakin saya akan kecewa jika pergi ke Korea. Teman dekat saya malah mewanti-wanti agar tak usah repot-repot menabung untuk ke Korea. Mungkin kenal dengan konsep saya soal idola, dia tahu saya akan kecewa. Jadi saya sampai sekarang belum tertarik untuk melancong ke negeri yang idolanya saya kagumi sejak bertahun lalu. Kecuali ada yang mau membayari. LOL.

Jadi pada idola, saya menjaga jarak agar selamanya hubungan ini hanya sebatas fans dan idola. Agar selamanya saya penasaran ingin lihat dia. Agar selamanya saya tergelitik mendengar suara nyanyiannya. Simply agar rasa penasaran itu selalu terjaga.

PS: Sampai sekarang saya malah total menghindari Ariel. Iya Ariel 'NOAH'. Ga mau diajak ke preskon pun. Takut ilfeel. LOL.

Tentang Idol-idolan

on
Monday, July 29, 2013
jkt 1 photo jkt1_zps20534c53.jpg
antrian teater JKT48 di fx
Ini saya doang apa sekarang kalau denger kata "idol", otaknya langsung ke JKT48?

Saya yes, fix terdistraksi, abisan fans JKT itu bilangnya idol dan melakukan kegiatan favorit mereka dengan istilah idoling. Sampai lupa kalau para artis KPop itu juga dipanggilnya KPop idol. LOL.

Kenapa atuh tiba-tiba ngomongin JKT48?

Hai! I'm Back!

Hai!

Neng, bukannya udah ada blog neng yang Sashi Lilly itu neng?

IYA SIH. Tapi rese sendiri (plus nyesel) karena blogging di sana pake bahasa Inggris akhirnya blog ini nongol. Alesannya simpel, pengen ngoceh pake bahasa Indonesia karena ngoceh dan ngomel pake bahasa Inggris itu susah. HAHAHAHAHA.

Abisan si Sashi Lilly itu dulu bikinnya pake landasan kuat *halah* pengen bikin blog yang ada isinya gitu. Informatif dan bisa dibaca orang dari seluruh dunia. Nah udah gitu sekarang kalau mau curhat atau ndumel-ndumel bingung, di mana ya? *di hatimuuuu* *digampar*